Ku mengira kau telah berubah. Berubah dari kesalahan yang dulu telah membutakan hatimu. Aku memunafikan keaadaanmu tapi tak ada artinya lagi.
Kau telah melukai pemandagan wajahku dengan tintah kelam yang kau usapkan pada mukaku.
Aku merasa kecewa terhadap tingkahmu yang berkepanjangan tak pernah berubah. Itu itu saja yang telah kau perbuat. Kau telah menganggap itu adalah perbuatan mulia dalam otakmu. Tapi tidak dimataku, dimata orang orang dan yang terpenting di Mata Allah SWT.
Kau adalah sampah kehidupan. Sungguh sangat sadis pernyataanku kepadamu tapi itulah yang pantas buatmu. Ku tak habis fikir kau melakukan ini semua. Kau mendekati sempurna di mataku tapi mengapa sikap, tingkah laku, dan sifatmu terbalik 180 derajat.
Kau menipuku dengan sejuta sandiwaramu. Memperdayaiku dengan rupamu yang tak ada celah busuknya. Kemanakah kau akan membawa semua hasil perbuatan harammu itu?. Itu semua takkan mampu membawamu sampai ke surga kelak.
Jangankan surga Nerakapun takkan mampu menerimamu bila separah itu tingkahmu. Kemana jiwamu yang beriman kau simpan? Kemana agamamu kau pertaruhkan jika seperti ini ahlakmu?
Akankah dirimu begini terus hingga ajal itu mendekatimu?
Sungguh ironi dirimu yang hidup dalam gemerlap kegelapan dunia. Kau tak lagi memikirkan kehidupan masa depanmu yang tau akhirnya akan bagaimana. Yang ada di otakmu hanyalah kesenangan semata dan sesaat. Keegoisan dan kerakusanmu mengalahkan semua kesadaranmu. Akal apakah yang kau pakai berfikir? Apakah di otakmu tak lagi berada di segmen normal? Aku kehabisan persediaan kata kata yang bisa terangkai buatmu. Ku kaku melihat tingkahmu dan cukuplah sampai disini ku membahas tentangmu yang tak punya arti di kehidupan ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar