Jumat, 11 Maret 2011

Big Four

Hemm . . . Kerja lagi dan di tempat kerja lagi.
Disinilah ku temukan kehidupan baru dan saudara baru.
Saat berada ditempat kerja dan berkumpul dengan teman ada kebahagiaan tersendiri yang kurasakan.
Kocak . . . .
Yah semuanya kocak dan seterez, seterez dalam artian seruseruan saat lagi ngumpul.
Disinilah awal dari petualangan hidup yang kujejaki bersama mereka.
Kadang untuk menggapai kesepakatan yang sejalan memang susah,
Apalagi mengumpulkan menjadi satu pemikiran dari 25 kepala huft . . . ngebayangin gimana susahnya.
Tapi itu tak menciutkan kebersamaan kami, malah semakin akrab.
Karena menurut kami semuanya adalah saudara yang harus kita terima kelebihan dan kekurangan yang di punyai masing masing individu.
Mulai dari komandan regu yang super duper disiplin.
Pemikiran pemimpin yang dia pakai menurutku 98% logika dan sisanya perasaan.
Kebayangkan gimana disiplinnya.
Meskipun begitu kami sering juga melanggar dan biasa mengabaikan perintahnya.
Yah bicara soal komandan reguku memang tidak ada habisnya kalau aku harus merangkum dari 24 pendapat teman temanku.
Ada plus dan minutznya tapi kayaknya kebanyakan minutznya dech upz . . .
Tapi kita nyantai aja karna udah tau cara ngatasin perintahnya.
Itulah salah satu dari sekian banyak uneg uneg yang membuat kami tetap kompak dan tetap sejalan.

Saat apel biasanya paling seru saat komandan lagi kasi pengarahan ajja ada yang biasannya tidak mempedulikan dan asik sendiri cerita.
Kalau dah ditegur pasti semuanya pada nyahut dan ancur lagi dech ribut abiz . . .
Seruuuu . . . Kadang juga kalau lagi ada masalah biasa tenang sekali saat apel diam diam dan diam.
Hanya terdengar suara arahan komandan reguku.

Mungkin tidak cukup kalau hanya 1 NOVEL untuk menceritakan cerita dari regu empat atau biasa ku sebut Big Four.
Suka duka yang begitu banyak meskipun ini baru berjalan hampir 2 tahun.
Semuanya terasa indah dengan perbedaan.
Dan itu yang membuat kita jadi satu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar