Selasa, 17 Juli 2012

Dia



Di setiap penggalan nada yang bersua diukiran namanya, ada terselip kata misteri yang tak dapat kujelajahi dengan pengetahuan yang ku dapatkan di dunia ini. Aku tak terbiasa dengan apa dibalik rahasia itu, aku tak tahu mengapa aku tak  bisa mendekapnya dengan saraf  nalar yang biasa sedemikian mudahnya dapat kujelajahi.
Itu membuat isi otakku bergelombang bak air pasang yang akan menghantam karang yang kokoh, membuatku mengikuti gelombang yang mengulingkan ras berfikirku untuk menjangkau sesuatu itu. Kukerahkan semua sisa kekuatanku mengukir sebuah ilusi untuk mendapatkan sebuah ilham dari fatamorgana ini.
Apakah arti dari perasaanku ini.........
Semakin ku jauh melangkah dan ingin meninggalkan hal itu, hati ini semakin dekat untuk mengetahuinya. Kumelangkah sudah terlalu lama namun tempat yang kutuju tak pernah berubah. Aku diam tapi merasa aku semakin dekat kembali untuk sesuatu itu.
Sebabnya hanya satu yaitu Dia....
Dia yang selalu membuatku tak bisa berfikir dengan dunia, semua seakan disurga, aku seakan terbawa oleh nirwana dari bumi menuju tempat terindah itu. Sungguh besar kekuatan rasanya mempengaruhi otakku, menyekap lamunan hasrat hatiku yang kosong akan kegelapan cahaya yang berwarnah merah, aku beradu dalam perasaan yang real dan tak tentu akan kemana bermuara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar