Di setiap penggalan nada
yang bersua diukiran namanya, ada terselip kata misteri yang tak dapat kujelajahi
dengan pengetahuan yang ku dapatkan di dunia ini. Aku tak terbiasa dengan apa
dibalik rahasia itu, aku tak tahu mengapa aku tak bisa mendekapnya dengan saraf nalar yang biasa sedemikian mudahnya dapat
kujelajahi.
Itu membuat isi otakku
bergelombang bak air pasang yang akan menghantam karang yang kokoh, membuatku
mengikuti gelombang yang mengulingkan ras berfikirku untuk menjangkau sesuatu
itu. Kukerahkan semua sisa kekuatanku mengukir sebuah ilusi untuk mendapatkan
sebuah ilham dari fatamorgana ini.
Apakah arti dari
perasaanku ini.........
Semakin ku jauh melangkah
dan ingin meninggalkan hal itu, hati ini semakin dekat untuk mengetahuinya.
Kumelangkah sudah terlalu lama namun tempat yang kutuju tak pernah berubah. Aku
diam tapi merasa aku semakin dekat kembali untuk sesuatu itu.
Sebabnya hanya satu yaitu
Dia....
Dia yang selalu membuatku
tak bisa berfikir dengan dunia, semua seakan disurga, aku seakan terbawa oleh
nirwana dari bumi menuju tempat terindah itu. Sungguh besar kekuatan rasanya
mempengaruhi otakku, menyekap lamunan hasrat hatiku yang kosong akan kegelapan
cahaya yang berwarnah merah, aku beradu dalam perasaan yang real dan tak tentu
akan kemana bermuara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar