Selasa, 28 Juni 2011

Duka di Juni


Ku ingin cepat berlalu dan berganti. Juni yang menyimpan sejuta luka padaku. Kuingin cepat bergegas meninggalkan bulan ini, tak ingin rasanya ku mengingat semua yang telah terjadi padaku dijuni ini tapi semuanya tak dapat kuhapus dari sebuah memory kenangan. Semuanya akan jadi kenangan yang akan terus terbayang diperjalanan kehidupanku. Meskipun inginku mau menghapus semuanya tapi semuanya hanya siasia. Kenangan itu bagai matahari yang setiap hari ada di kehidupanku. Bagai rembulan yang tiap malam malamnya menemani kegalauan hati yang resah karenanya (kenangan). Ini adalah takdir yang harus kujalani hati ini selalu kuberi semangat tuk tidak terpaku pada kenangan itu. Jujur ku akui aku tak sanggup tapi sanggup tak sanggup aku harus sanggup dan bisa karena ini adalah jalan kehidupanku yang telah tergores dalam tinta Kasih Allah SWT. Semuanya telah hilang dan sirna sejalan dengan waktu.
Namun bayangan tentangnya masih saja merajai akal fikiranku. Tak bisa kutanggalkan kenangan itu hanya dalam waktu sekejap butuh waktu proses yang cukup lama yang tak tahu entah sampai kapan. Tuhan berikan hambamu keajaiban hingga kudapat melalui ini dengan hati yang ikhlas dan tenang. Aku ingin tak ada lagi keraguan karena kepergiannya aku tahu ini adalah jalan terbaik untuknya dan untukku bersama orang orang yang selalu menyayanginya (Alm Muh Husni Tamrin). Salahkah aku bila hingga sampai saat ini ku belum bisa melupakan kenangan tentangnya? Aku hanyalah manusia biasa yang punya rasa dan hati nurani yang mudah rapuh karena ketidakberdayaan. Ku sanggupkan diri ini Ya Rabb dengan berharap almarhum bisa tersenyum di Surga sana amien.
Aku tak tahu mengapa juni ini begitu banyak duka yang singgah dikehidupanku. Bukan hanya kepergiannya tapi sakit yang diderita oleh orang orang yang kusayangi.
Kumemikul beban yang cukup berat dan berusaha tuk bisa membawanya hingga cukup hanya aku yang merasakannya. Inilah sebuah kisah merangkap kenangan pahit yang pernah kualami yang membuatku goyah dalam sebuah kebimbangan, hingga kutemukan sebuah titik terang yang mengatakan bahwa ini hanyalah cobaan yang harus kulalui untuk bekal pengalaman melewati kehidupan duniawi yang entah sampai kapan ku melaluinya. Dan dipenghujung cerita kelak di dunia aku dan semua akan kembali kepada_Nya.

2 komentar:

  1. Mentong kalo orang tidak punya yang namanya PERASAAN begitu memang komennya......

    BalasHapus