Kamis, 17 Februari 2011

Rapuh In The Heart


Di tempat ini dan disudut ruang ini aku duduk termenung.
Semua seakan sesak, penuh isi.
Tak ada ruang tuk berteriak.
Jarijari ini ingin menggapai sebuah ilustrasi bayangan yang ada di hadapanku.
Ku ingin meraihnya tapi semakin dekat jarijari manis ini tuk menggapainya, bayangan itu semakin menjauh.
Hingga hilang tertelan kabut malam.

Ku kembali menggigil tanpa rasa dingin.
Kurangkai kedua tanganku mendekap lutut dan kakiku.
Rapuh yang terasa.
Kupejamkan mata ini membayangkan apa gunanya hidup ini kedepannya.
Tanpa ada sebuah tujuan hidup yang jelas.

Terbesit di benakku.
Jika ku terbujur kaku kelak, akankah ku merasakan bahagia dengan apa yang telah ku lakukan selama ini.
Aku hidup dalam gelimpangan dosa.
Aku merasa tak pernah mempergunakan sisa hidupku dengan kebaikan.
Aku begitu hina di hadapan_Nya.

Oh . . . Tuhan ada apa denganku?
Mengapa rasa rapuh memperdayaiku.
Apakah karena imanku lagi goyah?
Hingga fikiran menjadi kolot.
Semuanya begitu sulit bagiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar